Buah Hati Kami

15 02 2009

Alhamdullillah telah putra pertama kami, Muhammad Rafif Fawwaz Aufa Azhar, dengan berat lahir 3,3Kg dan Panjang 51cm.
Tanggal  : 21 Nopember 200
Pukul : 21.15
di RSIA Resti Mulya Jakarta Timur.

Mohon Do’anya selalu yaaa…. semoga Rafif menjadi anak yang sholeh, pintar, sehat, berbakti pada Orangtua dan berguna. Amiien……

{Sigit & Ayu}





Ayah dan Bunda

13 06 2008

Alhamdulillah….Segala Puji BagiMu ya Allah….Atas segala karunia dan kemudahan yang Engkau berikan pada kami.

Ya Allah…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah, ya Karim
Ijinkan hamba-hambaMu ini berikhtiar
Dalam batas-batas syari’at yang telah Engkau gariskan
Dalam hembusan sejuknya iman
Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama (QS. 25 : 74)
…….amiin ya rabbal ‘aalamiin……..





Melatih dan Mengaksentuasi Indra Balita

13 06 2008

Balita menggunakan indra mereka sebagai alat untuk mengenali dunia di sekitar mereka, suatu pengenalan yang cepat dalam tahap perkembangan saat mereka sangat ingin tahu ini. Bagaimana kita membantu mereka dalam tahap ini?

Sebenarnya, tanpa dorongan dari kita pun, seorang anak balita akan menggunakan sumber natural ini secara insting. Tetapi dengan dorongan yang benar, ia akan menggunakan indranya dengan lebih dalam lagi. Di bawah ini adalah beberapa cara untuk menstimulasi persepsi indra anak Anda dan untuk membantunya menstimulasi indra dengan sendirinya.

Penglihatan. Karena seorang anak balita belum mampu untuk memilih apa yang ia mau lihat dengan sendirinya, semua yang ada dalam batasan visi mereka akan diperhatikannya. Dengan begitu banyak yang bisa ia lihat dan perhatikan, tidaklah mudah bagi matanya yang belum terlatih untuk difokuskan lebih dari sedetik saja. Anda bisa membantunya berlatih untuk berfokus dengan mengarahkan perhatiannya pada satu obyek secara bergantian. Misalnya, saat berjalan-jalan di mal, arahkan perhatiannya dengan menunjuk ke berbagai objek dan bertanya, “Apa yang kamu lihat?” Dengan itu, ia dapat memfokuskan perhatiannya dan mulai mengenali berbagai macam hal.
Read the rest of this entry »





Melatih Si Kecil Untuk Suka Akan Ilmu

13 06 2008

Sebagai orang tua, tentu kita semua ingin anak kita cerdas. Tetapi, anak cerdas tidak lahir begitu saja. Kecerdasan perlu dilatih dan dikembangkan sejak dini. Selain dengan memberikan anak kita gizi yang lengkap dan seimbang untuk membantu perkembangan otaknya, cara melatih kecerdasan si kecil adalah dengan melatihnya untuk suka akan ilmu, melatih rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar. Bagaimana cara melatih anak kita untuk menyukai ilmu? Tips-tips di bawah ini mungkin dapat membantu Anda.

1.    Mengobrollah dengan si kecil hal-hal yang Anda baca dan dengar, terutama hal-hal yang menurut Anda cukup menarik untuk dibagi dengannya.
Read the rest of this entry »





Medorong Kreativitas dan Imajinasi Anak

13 06 2008

Tidak semua anak dilahirkan untuk menjadi seniman, ilmuwan ataupun pengusaha yang hebat, tetapi hampir semua anak dilahirkan dengan kemampuan dan keinginan untuk menjadi kreatif. Dan semua Ibu dapat membantu anaknya untuk mengembangkan hal ini.

Apapun karir anak anda nanti pada saat ia dewasa, mendorong kreativitasnya dari sejak dini akan membantunya untuk memiliki hidup yang lebih kaya dan lebih memuaskan. Cobalah tips-tips dibawah ini, tetapi Anda bebas menjadi kreatif sendiri dan menciptakan cara-cara Anda untuk mengembangkan kreativitas si Kecil:
Read the rest of this entry »





Makan Kacang Biar Pintar

13 06 2008

Kita sering mengkonsumsi kacang dalam keseharian kita. Baik kacang goreng, rebus maupun dalam masakan. Kacang ternyata mempunyai berbagai macam manfaat untuk kecerdasan dan kesehatan buah hati Anda. Kacang adalah salah satu sumber dari Tyrosine yang bersama dengan Tryptophan dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyerap dan memproses informasi. Selain itu, kacang juga mengandung berbagai macam vitamin Seperti Vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan B9, Vitamin C, kalsium, zat besi, dan zinc yang dapat membantu meningkatkan kesehatan anak Anda.

Menjadi cerdas dan sehat tidak perlu repot, bukan? Cukup memberikan kacang dalam bagian makanan si Kecil dan ia mendapatkan nutrisi yang baik untuk kecerdasan dan kesehatannya.

From : Nutrisi Balita Cerdas





Tahu Kaya Omega-3

13 06 2008

Tahu adalah makanan yang sering kita konsumsi sehari-hari. Baik digoreng, ditumis, maupun dimasakn dengan sayuran atau daging. Apakah manfaat tahu untuk kecerdasan? Tahu adalah salah satu sumber makanan yang kaya akan Omega-3, yaitu penghasil DHA yang adalah asam lemak penting yang berperan besar dalam perkembangan sistem saraf pusat, perkembangan kecerdasan, ketajaman penglihatan dan perkembangan fisik. Selain itu, tahu juga kaya protein, mengandung jumlah zat besi yang menguntungkan, dan tidak berkolesterol yang membahayakan kesehatan. Tahu juga mengandung kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Memastikan si Kecil mendapatkan nutrisi yang tepat untuk kecerdasan dan kesehatannya tidak perlu membuat Anda repot. Cukup dengan menambahkan tahu ke dalam menu makanannya, Anda akan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh dan otaknya.

From Nutrisi Balita Cerdas





Mendidik Sisi Emosional Si Kecil

13 06 2008

Perkembangan seorang anak di usia balita bukan saja terbatas pada tubuh dan otaknya. Sisi emosionalnya pun berkembang sesuai denga bertambahnya usia. Sebagai orang tua, mendidik sisi emosional balita kita sangatlah penting. Bila seorang anak tidak dibiasakan untuk mengendalikan emosinya sejak dini, ia bisa mempunyai masalah dengan emosi terus-menerus hingga dewasa. Tentunya tidak ada orang tua yang menginginkan hal ini terjadi. Karena itu, ada beberapa tips yang Anda bisa praktekkan untuk mendidik sisi emosional si Kecil, agar ia tak hanya tumbuh cerdas dan sehat tapi juga berbudi pekerti yang baik.

1.    Mulai dari diri Anda sendiri. Seorang anak, terutama di usia balita, cenderung meniru orang tuanya. Karena itu, Anda harus berhati-hati dalam menjaga emosi Anda sendiri, bukan saja dalam menangani anak Anda tetapi juga dalam Anda berinteraksi dengan orang lain saat Anda bersama si Kecil. Kalau ia melihat Anda tidak bisa mengendalikan emosi Anda, ia akan mendapat kesan bahwa ia pun boleh mengumbar emosinya. Pastikan Anda selalu memberikan contoh yang baik untuk si Kecil di masa-masa yang penting ini.

2.    Ajarkan perilaku yang baik. Tunjukkan pada si Kecil bagaimana mengkomunikasikan emosinya dengan benar. Ajar ia untuk tidak menjerit dan menangis untuk mendapatkan apa yang ia mau dan tunjukkan cara yang benar untuk mengekspresikan dirinya. Dan saat ia bersikap menyenangkan, tunjukkanlah bahwa Anda senang melihat sikapnya sehingga ia pun belajar untuk bersikap dengan benar.

3.    Perhatikan kebutuhan si Kecil. Anak-anak cenderung menjadi emosional saat ia lapar, bosan, lelah, dan sebagainya. Pastikan Anda selalu mengutamakan kebutuhan si Kecil dalam setiap aspek. Kenali apa yang ia suka dan tidak suka dan jangan memaksanya untuk selalu mengikuti kemauan Anda tanpa mendengarkan kemauannya.

4.    Jangan bersikap kasar. Membesarkan anak, terutama di usia balita bisa melelahkan. Tetapi di saat Anda frustrasi sekalipun, jangan biasakan bersikap kasar kepada si Kecil. Bila ia melakukan kesalahan, beritahukan ia dengan tegas tetapi lembut. Ajak ia berdiskusi, dan komunikasikan padanya bahwa Anda menyayanginya terlepas dari kesalahan-kesalahannya. Tetapi pastikan Anda memberitahunya bahwa apa yang ia lakukan salah dan mintalah ia untuk tidak mengulanginya.

Pada akhirnya, cara mendidik anak yang terbaik adalah dengan memberikan contoh yang baik. Jadilah panutan bagi anak Anda dalam segala aspek kehidupan Anda. Bila ia selalu melihat contoh yang baik di diri Anda, niscaya ia pun akan tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti yang baik.





Mendidik Anak Untuk Masa Depan

13 06 2008

Perencanaan masa depan adalah hal yang penting, dan lebih baik bila dimulai sedini mungkin. Bagaimana mendidik anak Anda untuk merencanakan masa depannya? Di usia balita, seorang anak belum mampu untuk merencanakan masa depannya. Tetapi bukan berarti kita sebagai orang tua tidak dapat mengajarkan mereka untuk mulai merencanakan masa depan mereka. Salah satu yang dapat anda ajarkan di usia mereka adalah dalam mendidik sisi mental dan spiritual mereka, selain menjaga tubuh mereka sehat dan otak mereka cerdas.

Cara-cara untuk mendidik anak anda untuk siap menghadapi masa depannya adalah sejak kecil mengajar mereka untuk berinteraksi dan bersosialisasi di dunia luar. Mulai dari lingkaran sosial terdekat seperti keluarga, dan perlahan mulai kembangkan dengan mengajak ia berinteraksi dengan teman sebaya, maupun orang dewasa. Dengan cara ini, seorang anak akan terbiasa untuk bertoleransi dengan orang lain, mempunyai batasan untuk perilakunya (sehingga ia tidak bersikap kasar kepada orang lain), dan pada akhirnya, membantu anak anda untuk mencapai sukses di saat ia mulai dewasa.

Apa yang anda berikan dan ajarkan pada anak anda baik secara fisik, emosi, mental maupun spiritual menentukan apa yang akan mereka terapkam di dalam hidup mereka. Contohnya, bila Anda mengajar anak Anda dengan memberikan banyak pertanyaan untuk membantu kecerdasan otaknya, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Bila anak Anda diajarkan untuk berdoa bersama Anda dan keluarga, mereka akan menaruh nilai di hal-hal spiritual.

Selain itu, Anda bisa mempersiapkan anak Anda untuk masa depan dengan membangun rasa percaya diri mereka. Untuk ini, sangatlah penting untuk mencoba hal-hal baru bersama. Selesaikan berbagai proyek berdua. Pasang musik yang membangun pada saat Anda bermain dengannya sebagai latar belakang. Perhatikan apa yang anak Anda sukai atau apa yang menarik perhatian mereka dan lakukan bersama-sama, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang percaya diri dan siap menghadapi hidup.
Pada akhirnya, Anda akan sangat membantu anak Anda merencanakan masa depannya dengan memberikan contoh lewat hidup Anda sendiri.

Bila ia tumbuh di keluarga yang selalu merencanakan segala sesuatu dengan rapi, membiasakannya untuk selalu datang tepat waktu baik di pre-school maupun saat berkumpul dengan keluarga dan teman, dan selalu siap untuk segala keadaan, anak Anda pun akan belajar dengan sendirinya untuk selalu merencanakan segala sesuatu sejak dini.

http://www.nutrisibalitacerdas.com/





Bangkitkan Kreativitas Anak Dengan Bermain

13 06 2008

Kak Seto, seorang pakar perkembangan anak tak pernah lelah untuk memperingatkan para orangtua di Indonesia bahwa bermain merupakan sebuah aktivitas yang berperan besar dalam perkembangan kreativitas anak, yang kelak akan berguna bagi kehidupannya saat menjadi manusia dewasa.

Seorang anak memiliki kualitas dan kapasitas yang berbeda dengan manusia dewasa. Dalam kualitas dan kapasitasnya tersebut bermain merupakan satu aktivitas yang sangat disukai oleh anak dan bisa menjadi sarana bagi mereka untuk belajar. Oleh sebab itu para orangtua harus dapat memberikan pelajaran dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. Namun dalam menjalani aktivitas belajar sambil bermain tersebut orangtua juga harus memperhatikan pertumbuhan anak mereka, baik perkembangan fisik maupun psikologisnya. Oleh sebab itu pilihlah permainan yang sesuai dengan pertumbuhan tersebut.

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bermain bersama anak, yaitu:
1.Usahakan untuk senantiasa menciptakan suasana bermain yang menyenangkan bagi anak.
2.Biarkan anak bermain berdasarkan motivasi internal, yaitu yang berasal dari dalam diri sang anak itu sendiri.
3.Jangan gunakan paksaan dalam bermain, biarkan anak bermain secara sukarela.
4.Biarkan anak bermain menggunakan imajinasi, di mana anak dapat mengembangkan daya khayalnya secara luas tanpa batas.
5.Pastikan anak-anak terlibat secara aktif dalam setiap permainan yang diikutinya.

Jika hal-hal tersebut terpenuhi maka, bermain bisa menjadi kegiatan yang secara maksimal dapat merangsang perkembangan kreatvitias anak. Tapi apakah sebenarnya kreativitas itu? Dan bagaimana kreativitas itu dapat terbentuk? Kreativitas adalah kemampuan anak dalam menciptakan ide-ide baru. Dan setiap anak pada dasarnya kreatif, namun seringkali tingkat kreativitas semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu karena tekanan yang dialami pada saat mereka mulai memasuki lembaga pendidikan yang kurang dapat menghargai kreativitas alamiah mereka. Padahal kreativitas sangatlah penting bagi masa depan anak, karena dengan kreativitas seorang anak akan lebih mudah memecahkan masalah dengan fleksibilitas yang tinggi. Oleh sebab itu, agar tidak terjadi penurunan kreativitas, latihlah anak untuk berpikir divergen, yaitu mencari pemecahan masalah dengan berbagai alternatif. Lalu usahakan untuk selalu menghargai setiap pendapatnya, kalau pun pendapatnya tidak sepenuhnya benar, biarkan ia mengungkapkannya terlebih dahulu baru kemudian berikan penjelasan logis mengapa pendapatnya Anda anggap kurang tepat. Dukungan seperti itu akan membuat anak tak takut untuk berpikir kreatif karena merasa dihargai.

Selain melalui proses bermain, anak-anak juga belajar banyak dari meniru. Semua hal yang dilihat di sekitarnya akan dimasukkan ke dalam memorinya untuk kemudian dilakukan ketika ia menemui keadaan yang sama. Oleh sebab itu merupakan hal yang penting untuk memperhatikan perilaku diri sebagai orangtua sekaligus selalu siap memberikan penjelasan yang tepat tentang perilaku orang-orang di sekitarnya agar ia tak meniru perbuatan yang keliru.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.